Wednesday, May 15, 2013

Susur Galur Keluarga: Ria Menjejaki Sanak Saudara di Malaysia (2)



MENELUSURI SILSILAH KELUARGA DI MALAYSIA (PART 2: EDISI SHAH ALAM)

Salam petualang,
setelah dipikir-pikir, salam petualang itu kedengarannya kayak aku ini BoLang ya . . . bukan Bocah Petualang, tapi Bocah Ilang, hahahahahaha . . . tau kenapa?!karena memang aku sukanya ilang-ilang dari peredaran. sebentar udah di kota ini, sebentar udah pindah lagi, sebentar udah tidur lagi (lho, ga nyambung, hihihi). Intinya, perpindahan langkahku ini memang dinamis, walau cuma dari kamar ke kamar mandi atau ke dapur, itu harus dihargai sebagai bagian dari dinamika hidup . . . biar kerasa gitu hidupnya :D
OK lah sobat. Cerita ku kali ini bukan hanya soal perpindahan kaki di dalam rumah. Tapi ini perpindahan pengalaman penting dari rumah keluarga satu ke keluarga lainnya. lho? apa aku jadi anak angkat sekarang?!OOO bukan bukan . . . karena ga ada yang sanggup angkat aku, hihihi . .
masih ingat soal cerita “Menelusuri Silsilah Keluarga di Malaysia (Part 1)” yang berkisah tentang perjalanan pertama ku ke rumah keluarga Opah Rosma yang baru ku kenal di Rawang, Malaysia? Nah ini cerita keduanya soal pertemuanku dengan keluarga Opah Sham di Shah Alam, tepat beberapa jam setelah aku berpisah dengan keluarga Opah Rosma di Stasiun kereta api Rawang. Dalam hujan gluduk-gluduk itu pun cerita ini terukir. Inilah ceritanya (auuu, bang becak bang*lho koq jadi cerita misteri gini?!wkwkwkw)
Perjalananku ke rumah Opah Sham adalah tanggal 23 Juni 2012 di siang hari. Setelah Opah Rosma ngantar aku ke stasiun kereta api Rawang, aku pun melanjutkan perjalanan dengan naik kereta api KTM (yaiyalah masa naik bus, kan beda stasiunnya, hihihi). Perjalanan ke Shah Alam ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam dan melewati hampir 10 an stasiun. Aku sempet turun di KL sentral dan tuker train menuju Shah Alam. Selama di perjalanan aku tidur sambil sesekali sms Opah Sham untuk memastikan kalau aku udah di jalan so bisa diperkirakan jam berapa harus jemput aku. Secara aku ga kenal area Shah Alam (soalnya dia sombong waktu diajak kenalan, hehehe) dan aku juga belum tau secara pasti yang mana Opah Sham dalam wujud nyata karena cuma kenal lewat FB aja. kita saling cerita fisik masing-masing sampai pake baju dan jilbab apa waktu itu (Soalnya biar jangan ketuker, takutnya salah jemput nanti, hihihi trus aq yang baru sampe celingak celinguk sendiri kayak anak ilang. . .  makanya aku jadi BOLANG, wkwkwkw).
Sesampainya aku di Stasiun kereta Api Shah Alam, Opah pun segera aku hubungi. nunggu cukup lama karena Opah masih di jalan dari rumahnya menuju stasiun. So aku pun menebar pesona dan bau karena belum mandi, hihihi. Bagian yang cukup lucu untuk diingat adalah waktu Opah sampai stasiun dan nebak-nebak yang mana aku, dan sebaliknya aku juga nebak-nebak yang mana mobilnya Opah. Ada mobil yang bolak balik tapi ternyata bukan mobil Opah. Jiaaahhh, aku pun semakin nampak seperti BoLang, si Bocah Ilang, hihihi.
akhirnya setelah proses tebak-tebakan panjang, jumpa juga dengan Opah dan dua anak perempuannya yang cantik. mobil Opah diparkir di seberang jalan dan Opah memastikan bahwa itu aku dengan cara nelpon dari dalam mobil. Nah begitu dari jauh nampak aku angkat telponnya, baru deh Opah dadahdadah dari jauh, hihihi untung ga salah orang ya, kan kalo angkat telpon di tempat umum banyak aja kemungkinan barengnya padahal yang ditelpon lain orang, wkwkwkkwk
Alhamdulillah akhirnya bisa ketemu langsung. Aku kenalan sama Ika, anak perempuan sulung Opah dan Si kecil yang kupanggil Makcik, hihihi. Sepanjang jalan ke rumah Opah kami cerita soal keluarga dan juga sekolahku di UPSI. Sampai disana aku ketemu sama Atuk (Suami Opah) dan juga anak lelakinya. Satu anak lelaki Opah ada di pesantren so hanya mereka berlima yang tinggal di rumah cantik itu.
Malamnya menjelang makan malam aku bantuin Opah di dapur nyiapin makanan. Dapurnya mungil tapi cantik. lantainya penuh dengan karpet, cuma bagian tengah yang kosong dengan keramik. dan bersih banget. warnanya dominan hijau, dari keramik sampaichicken set nya. . eh Kitchen Set kalee . .  hihihi. Ukuran dapurnya cuma sekitar 2×6 meter gitu. kompor gas nya modern lengkap dengan pemanggang dan di atasnya ada timer plus kipas so biar ga kepanasan waktu masak. Sekalian untuk ngeringin rambut kali ya, hihihi. Aku disuruh goreng ikan apa telur ya?!aku lupa pastinya. yang aku ingat itu jadi gosong gara-gara ga aku balik-balik, hehehe. ternyata kuali yang dipake untuk menggoreng itu cepet banget panasnya dari harus terus dibolak balik gitu makanan yang digoreng. Ampun deh Gw . . . Opah geleng-geleng liat aku nyengir karena menggosongkan masakannya. Opah bilang “wah kalau mau nikah, Failed ni!” Gubrak, tiba-tiba merinding aku . . soalnya kan aku mau nikah :(
OK. sekarang pindah ke ruang makan yuk. ni dia adegan makan malam yang menyenangkan disana. ImageBerhubung si kecil baru beli kacamata mainan,kita jadinya manggil dia dengan MAKCIK CERMIN MATA, wkwkwkw . . .Atuk ga ikut makan karena lagi diet dan Opah ga suka difoto, hihihi. kita bertiga aja deh yang eksis . .
Habis makan kita pun ngumpul di ruang tengah sekedar ngobrol karena kita mau ke ICT Shah Alam, tempat main yang penuh sama lampu warna warni. sebelum pergi, foto lagi yuk, satu .  . dua . .  tiga
Image
Nah ini dia keluarganya Opah Sham yang di Shah Alam (minus 1 sih karena dia sekolah di Pesantren). anaknya cakep-cakep ya . .  hihihi. Dan akhirnya, kami berlima ke ICT Shah Alam sementara Atuk di cuma ikut nganter aja tapi ga masuk katanya capek banget baru balik dr kerja. Dan kota Shah Alam cantik bener di Malam hari. Di jalan nampak hotel-hotel mewah, mesjid raya nya cantik dan juga Opah nunjukin kantornya iaitu di Perpustakaan Kota. Sampai di Shah Alam aku takjub lihat kota lampu ini. sepanjang jalan lampunya warna warni bahkan di pohon sekalipun.Image
ImageSebenarnya ini bukan yang pertama kali aku kesini, tapi kali ini aku harus masuk ke rumah salju soalnya penasaran gimana di dalamnya. Dan bener aja, aku berhasil masuk ke sana bareng ika, si cowok imut dan Makcik cermin mata, hihihi. Dingin banget di dalam. ga salju sich, tapi lebih cocok kayaknya dibilang masuk ke dalam freezer kulkas. es dimana-mana . . . hihihi
ImageImagePokoknya perjalanan ini benar-benar menyenangkan. nampak di dalam rumah salju ini ada terowongan kayak rumah pinguin yang nampak di tipi-tipi, beruang kutub sampe turis-turis entah dari mana asalnya, hehehe. Sayangnya kita ga sanggup naik pelosotan seluncuran yang ada di dalam sini soalnya dingin banget. kaus kakiku udh basah, anak-anak ini juga dah kedinginan. nafas berasap-asap kayak ada kebakaran dalam mulut, wkwkwk. jadinya kita cuma muter-muter aja di dalam dan ambil beberapa foto. untung ga sempet rasain es nya soalnya diinjak-injak orang, hehehe. apalagi untuk bawa pulang es nya siapa tau keramat, ga kepikiran juga *tepoknyamuk.
Hoaemm . . . ngantuk (ini bukan ngantuk waktu di rumah salju, tapi waktu nulis cerita ini, hihihi). Akhirnya kami keluar juga dari rumah salju setelah mendinginkan hati yang panas dan kepala yang sumpek*halah apalagi ini . . . Opah duduk di depan rumah salju nungguin anak dan cucunya ini (cucunya lebih besar dari anaknya, ngeri ga tuh?!) Akhirnya setelah balikin jaket dan sepatu yang tadi di sewa, kami pun foto-foto dengan miniatur dinosaurus yang tingginya mencapai langit-langit gedung (miniatur lebih gede dari orang-orang di sekitarnya, hehehe). Akhirnya kita pun keluar dari rumah salju dan tetap aja foto-foto di jalan menuju parkiran mobil nunggu Atuk jemput. tapi apa yang terjadi?!kami harus jalan muter jauh banget karena lahan ICT lagi rekonstruksi jadi tiba-tiba ada tulisan “dilarang melintas” padahal Atuk nunggu di seberang jalan karena kalau masuk macet lagi dengan antrian mobil lainnya. so setelah kaki keriting jalan jauh ke depan, kami pun pulang dengan selamat dan berlabuh di alam mimpi.
esok paginya habis sarapan aku diajak Opah ke rumah Onyang (buyut) di Segambut. sebelum pergi ya foto-foto dulu soalnya Atuk lagi-lagi ga ikut. begitu pula si cowok imut. so kali ini cuma 4 cewek cantik aja yang pergi, hahahaha
Image
ImageImage
Perjalanan ke Sigambut pun dimulai. Opah cerita kalau di Sigambut itu selain Onyang (orangtua Opah) juga ada abang Opah yang tertua. jadinya sampai di sana mulailah Onyang mengintrogasi aku terutama aku ini anak siapa dari sodara mereka. hahahah aku pun aauu lah jawabnya. Onyang ini asyik, masih suka travelling walau umurnya udah lebih dari 60an. ke banyak kota dan juga keluar negeri. secara tinggal berdua aja dan secara finansial pun mendukung, hehehe. memang indah kalau anak-anak yang dididik pada mandiri, dan orangtua bisa menikmati masa tua dengan bahagia kan . .  amin ^_^
setelah sholat kami pun diajak ke rumah abangnya Opah sekaligus dengan Onyang juga. disana ramai soalnya lagi ada pengobatan karena ada gangguan makhluk halus katanya di rumah situ. aku pun dikenalkan sebagai cucu padahal anak-anak mereka masih jauh lebih kecil dari aku. memang aku ini cucu mendadak yang membuat orng muda jadi tua, orang tua jadi ga tau apa lah julukan selanjutnya, hehehe.
aku diajak makan disana baren ustaz yang tadi bantu ruqyah (mungkin sekalian bisa nugsir makhluk halus dalam diriku ya . .  waah jangan diusir nanti aku jadi makluk kasar donk, wkwkwk). kami pun ngobrol dan ga lupa poto-poto, hehehe. pertama poto sama keluarga besar trus pas mau balik aku foto bareng Onyang
Imagebaiklah . . . cukup dulu poto-potonya soalnya kereta api dah nunggu aku untuk segera balik ke kampus, tugas kuliah dan tesis sudah menunggu dengan setia, hihihi. Menyenangkan sekali rasanya dalam 3 hari aku bisa jumpa dengan dua keluarga besar sekaligus . . . Opah pun nganterin aku ke stasiun kereta api, aku beli tiket dengan uang yang disanguni sama Onyang tadi, hihihi kayak lebaran aja, tapi uangnya ringgit lho, bukan rupiah, wkwkwk . . . di dalam kereta api pun aku berfikir . . . 1 lagi keluarga yang belum aku jumpai . . dan belum komunikasi sama sekali . . Atuk Majid yang di KL, denger-denger dulunya editor di Oxford University, Inggris . .  Uihh keren . . dan aku pulang dengan menyimpan harapan bisa berjumpa beliau sebelum lulus. . .amin :)
tunggu cerita selanjutnya ya ^_^
Salam Duper :D

ABOUT RIA-DM

an energic, humories and have many dreams in life, to be a real educator in special education, Nanny911 for Indonesia, and of course a sholehah wife and mother. my hobby is of course collect the experiences by travelling around the world^_^ Life is too short to spend without seeing and travelling around the world . . . just go outside, do simple things and keep the pictures . . . make it in a short stories . . . maybe one day it would be an inspiration for others . Let s get and have a great and colourfull life . . . Bismillah ^_^
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Menelusuri Silsilah Keluarga di Malaysia (Part 2: edisi Shah Alam)

  1. Congrats . . . a bold start. Memang agak sukar menulis tentang mereka yang baru sahaja kita temui (kali pertama lagi!) . . . walaupun mereka itu ada pertalian kekeluargaan dengan kita. One noticeable feature . . . your writing is humorously flavoured. Seronok menikmati kisah yang dipaparkan dengan santai. Ada lelucon di sana sini . . . tidak mengantuk membacanya. Syabas Ria.
    • Ria-DM says:
      terima kasih Atuk . . . Alhamdulillah kalau Atuk enjoy membacanya. sebab inilah Ria, kalau serius sangat nanti Ria yang mengantuk masa menulis cerita, hihihi .. . semoga tulisa selanjutnya jauh lebih menyenangkan ya :)

Leave a Reply

Susur Galur Keluarga: Ria Menjejaki Sanak Saudara di Malaysia (1)






Assalamualaikum dan selamat Sejahtera



Edisi (1) : Rawang

MENELURUSI SILSILAH KELUARGA DI MALAYSIA (PART 1: EDISI RAWANG)

Salam petualang,
Datang ke Negeri Jiran Malaysia bukan hanya sekedar untuk melanjutkan studi S2 ku, di bidang Pendidikan Luar biasa dan berharap mendapatkan sejuta pengalaman baru disana. Tapi akhirnya juga menjadi sebuah perjalanan panjang untuk menemukan kembali orang-orang tua yang ternyata masih memiliki hubungan keluarga denganku . . . memang sih bukan keluarga kandung, tapi bagiku tidak penting sedekat apa hubungan keluarganya, tapi bagaimana seseorang yang memiliki ikatan keluarga dengan kita bisa kembali terjalin silaturahimnya . . . hehehe dan disinilah akhirnya aku menemukan tiga keluarga baru . . . 2 Opah dan 1 Atuk . . .(a) Opah Rosma Othman  di Rawang, (b)  Opah Sham Lokman di Shah Alam dan (c) Atuk Majid Baharom di Kuala Lumpur. Tapi cerita ini ga akan ngebahas langsung ketiga nama di atas, tapi satu-satu, biar terasa masing-masing punya keistimewaan, hehehe . . . biar ber episod-episod siapa tau bisa ngalahin sinetron di tipi kita:D Cerita ini agak bertingkat-tingkat sama seperti silsilah keluarga kami yang ga kalah heboh tingkatan generasinya . .  penasaran?! Beginilah lika liku ceritanya :
# Awal cerita
OK. Pasti pada penasaran gimana sebenarnya hubungan keluarga antara aku dengan keluarga yang di Malaysia kan?! hehehe GR amir ya . . tapi ga papa deh, tetap akan ku ceritakan. Semua bermula ketika Om Hijrah Saputra Yunus (Om muda yang cakep lho, pengusaha lagi, hahaha tapi udah nggak single *kabur sebelum dijitak si om) cerita kalo di Malaysia kita punya keluarga. Om Hijrah ini anak dari sepupunya nenekku . . so aku ponakan jauhnya. dan Atuk dan Opah yang tersebut di atas adalah sepupu dari keluarga mamanya Om Hijrah. jadi sebenarnya aku itu cucu jauh mereka, hehehe . .  Udah ah pusing sama silsilah keluarga ini. yang penting jauh atau deket hubungan keluarganya, keinginan untuk tetap menjalin silaturahim itu y jauh lebih penting . .  setuju?!hihihihi. Awalnya aku kenal sama Opah Sham lewat Om Hijrah via FB . . tapi sebelum aku jumpa langsung dengan beliau, beliau bilang kalau di UPSI, kampus tempatku belajar itu ada sodara kita juga . . Uihhh dosenku ternyata ada y sodaraku . . . gimana ceritanya?! ini dia sodara sodara :D . .
a. Opah Rosma Othman
Nama beliau adalah Dr Rosma Othman. Kayaknya ga asing deh sama nama ini karena ternyata beliau memang dosen di FPPM, Fakulti tempatku belajar. Kayaknya pernah liat di papan nama dosen di depan pintu ruang dosen di fakulti sana. atau dimana ya?!*garuk-garuk dinding mencoba ingat-ingat. :P Nah setelah tanya-tanya sama dosen akhirnya aku dapatkan no HP beliau. Beliau ternyata seorang Doktor yang mengajar masalah kurikulum pendidikan di UPSI. Sehari sebelum aku menuju Shah Alam untuk silaturahim ke rumah Opah Sham aku pun menjumpai Dr Rosma dulu di kantornya, kebetulan aku baru balik dari Library. Mungkin beliau kaget waktu lihat cucu nya koq dah gede banget sementara ponakannya masih kecil-kecil, hehehe . . . Aku belum berani manggil Opah jadinya manggil Dr Rosma aja, segan juga, hehehe. setelah perkenalan singkat akhirnya beliau ngajak akulunch bareng . . . aseeekkk makan gratis . .  hihihi *Mahasiswa banget gayanya . . . suka gratisaN. Dan ga main-main, makannya di restoran SECRET RECIPE, restoran yang mahal untuk ukuran Mahasiswa di Malaysia, hihihi . . . memang beda ya tempat makan dosen sama mahasiswa. Aku bukan mahasiswi kere, tapi kasihan kalo aku makan disitu nanti mahasiswa lain pada ngiler ngeces-ngeces di depan pintu, hihihih peaceeee becanding:D Trus perbedaan lainnya adalah dari menu makanan yang dipesen . .  Dr Rosma pesen makanan sejenis Chicken Chop, lupa nama pastinya, ayam goreng tepung, kentang, samamayonaise, katanya  waktu di Ausie dulu suka makan itu. Dan aku?! Nasi goreng satay (Sate dalam Bahasa Melayu), lokal banget kan . . . :D
DSC07118
Kebersamaan kami terasa menyenangkan. Cerita soal keluarga di Aceh, tentang pengalaman sekolah dan rencana menikah, hihihi kayak ajang curhat aja*tepokjidat. dan ga sampai disitu aja,soalnya Dr Rosma serta merta ngajak aku untuk singgah dan nginap semalam d rumah beliau untuk ketemu sama keluarga besar di Rawang (kayaknya beliaujealous karena aku bilang mau nginap di rumah Opah Sham besoknya, hihihi). OK lah, sore itu juga aku gerilya packing baju untuk pindah rumah selama dua malam. Aku janjian dijemput Opah di Halte bus depan kampus (Pintu Timur). Akhirnya sekitar jam 5 beliau muncul dengan mobilnya dan menjemput cucu nya yang ajaib ini di Halte penantian, hehehe. Perjalanan kami pun sekitar 1 jam dari kampus ke Rawang diisi dengan cerita-cerita soal keluarga. Aku kan kalo disuruh cerita paling suka, sama seperti penyaluran bakat, wkwkwkw . . .
Sesampainya disana aku disambut sama keluarga besar. kakak beradik Dr Rosma yang akhirnya aku panggil Opah semua plus Atuk Wahab yaitu abang ipar dari Dr Rosma. semakin sore rumah itu semakin rame karena para adek beradik, ponakan dan cucu ngumpul di sana. ternyata itu rumah orangtua Opah, berarti Onyang untukku . . . jadi karena rumah orangtua jadinya sering dijadikan tempat ngumpul utama keluarga, baik hari biasa maupun lebaran :) sambil makan Sore itu aku disuguhi kolak durian . . .suedep !! dietku gagal, hahaha karena nolak rezeki juga ga boleh kan :P dan di akhir obrolan, aku dapat undangan makan malam di rumah Atuk Wahab lagi, hihihi makan lagi . . makan lagi :P
Rumah Atuk Wahab ini unik . . kayak rumah panggung tapi modern. yang paling mengesankan itu semua foto anak, menantu dan cucu tersebar di seluruh dinding rumah.Hommy banget, jadi inspirasi untuk nanti cetak foto bareng suami, foto anak sampe cucu nanti biar jadi sejarah tersendiri, amin . . . ada alat musik juga . . dan TV nya flat besar banget, mungkin muat aku di dalamnya, hahahaha . . kami makan di ruang makan, menunya KFC dan Pizza . . . aku pilih apa? KFC aja lah yang lebih wajar rasanya karena aku belum pernah makan Pizza nya Malaysia, apalagi warnanya agak2 coklat gitu . .  ga tau itu karamel atau kecap. What?!hahahaha ga nyambung abis
trus sehabis makan ga lupa lah untuk foto-foto, hehehe. ini dia para ponakan Opah Rosma,  plus cucu juga, cucu beneran yang imut masih baby sama cucu jauh nya yang jauh dari kata imut, hahahaha
DSC07122Atuk Wahab dan Istri
malam semakin larut dan kami pun pulang. Besok paginya aku diajak ke lapangan Golf. kakaknya Dr Rosma itu suka main Golf ternyata, gahul amat, wkwkwk . . . tempat yang indah untuk refreshingDSC07141. dan ga lupa, kami juga dijamu makan disana . .  makan apa makan apa makan apa sodara?!hihihi :P
DSC07138Dan akhirnya tiba juga saatnya berpisah. Dalam hujan deras aku diantar ke stasiun kereta api Rawang untuk meneruskan perjalanan menuju Shah Alam ke rumah Opah Sham. Tanpa berlama-lama tapi sudah dibelikan tiket kereta api sama Opah (Alhamdulillah, free aja rezeki ku, hihihi) aku pun buru-buru masuk ke coach kereta api karena keretanya mau berangkat. kemana? ke Aceh?!hahaha ya nggaklah, ke Bogor ..  jiah sama aja ding ga nyambung . .  ke Shah Alam lah kan mau ke rumah Opah Sham . .  oiyaya *Angguk-angguk.
Indahnya bersama keluarga kan?! mudah-mudahan besok-besok ketemu Dr Rosma di Kampus lebih deket rasanya dan sepertinya aku harus belajar untuk manggil beliau Opah, hehehe . . sesuai dengan posisinya di mataku :)
sampai disini dulu ya Sobat . .tunggu cerita selanjutnya ya . .  ga kalah seru, malah lebih seru, cerita soal ekspedisi mencari keluarga edisi  di Shah Alam … ^_^
Pesan hikmah 1: “Tiada yang lebih penting dari keluarga”
Bye Bye . . . Wassalam

ABOUT RIA-DM

an energic, humories and have many dreams in life, to be a real educator in special education, Nanny911 for Indonesia, and of course a sholehah wife and mother. my hobby is of course collect the experiences by travelling around the world^_^ Life is too short to spend without seeing and travelling around the world . . . just go outside, do simple things and keep the pictures . . . make it in a short stories . . . maybe one day it would be an inspiration for others . Let s get and have a great and colourfull life . . . Bismillah ^_^
This entry was posted in Keluarga, Malaysia, Petualangan hidup, Silsilah Keluarga, Uncategorized. Bookmark thepermalink.

3 Responses to Menelurusi Silsilah Keluarga di Malaysia (Part 1: edisi Rawang)

  1. hijrahpiyoh says:
    Jiah..udah, gitu aja?
    mana yang lainnya, mana? (minta dicolok sama garpu) :D
    • Ria-DM says:
      Udah ada dua tu om . . . hehehe malam ni yang menggemparkan adalah cerita mengenai ketemuan sama Atuk, hehehehe . . .
      oh ya om apa perlu cerita gimana kita kenal setelah besar? dari kecil ga pernah ketemu?!wkwkwkwk
  2. Permulaan yg baik . . .

Leave a Reply

Tuesday, May 14, 2013

Ngopi? Kopi?



Assalamualaikum dan Selamat Sejahtera


Apa erti secawan kopi? 


Penulis tertarik kepada entri fb 'ngopi' (Piyoh Design's Kopi?) . . . dan langsung teringat akan sebuah puisi menyentuh hal dan suasana meminum kopi . . . lebih tepat lagi . . . maksud tersirat yang berbeza-beza tentang secawan (secangkir) kopi yang terhidang . . . yang lazimnya dilihat sebagai sesuatu perkara remeh dan biasa sahaja.



Hijrah Saputra Yunus shared Piyoh Design's photo.
Ngopi?
Like ·  ·  · Sunday at 23:36 · 











Puisi ini telah terilham oleh penulis sekitar tahun 2005.

Terima kasih kepada Piyoh Design kerana menghasilkan design kemeja-T (T-shirt) yang sangat menarik hinggakan penulis teruja memaparkan kisah secawan kopi ini.

Sudilah para pembaca mengamatinya . . . dan 'mengolahkan'  apa jua mesej yang ingin disampaikan penulis.  



Secawan Kopi

(Puisi AMB 2005)




Bamuda
dsuarang.blogspot.com


Thursday, May 9, 2013

Bagaimana Melayu dan Kemelayuan?






Assalamualaikum dan Selamat Sejahtera


Aku tak pernah bermasalah dengan sesiapa pun berhubung hal keputusan PR-13 yang baru lalu . . . sama ada dengan pihak yang memerintah mahupun dengan pihak yang kena perintah.

Aku hanya sudah jemu membaca itu dan ini, begitu dan begini . . . tohmahan dan tuduhan . . . terhadap Melayu dan kemelayuan . . . di ruang bacaan bermacam-macam jenis akhbar dan media elektronik/sosial . 

Aku cuma terfikir . . . mengapa kita seolah-olah 'gembira' dan tidak 'puas-puas' terus-terusan bertelagah sesama kita. 

Aku cuma terfikir . . . mengapa perkara yang tidak menyenangkan golongan rakyat waras negara yang tercinta ini harus dibiar berlarutan? 

Bukankah ini amat merugikan?






Monolog:
{Seorang Yang Masih Melayu}


“dulu
sebelum selera haloba kuasa
dalam kelompok bangsaku
cukup besar
ketika haluan perjuangan
belum tersasar
bangsaku kental bersatu
tabah dan kuat 
bermusyawarah dan bermuafakat
menghadapi lantas menangani
segala rintangan kedurjanaan
onar lawan dan pengkhianat”

“hari ini
barangkali perasan
sudah kaya dan mampu
bijak dan berilmu
bangsaku dibakar api  keangkuhan
ghairah tak menentu
membuta tuli
membudayakan cara protes
 berdemonstrasi”

“bangsaku asyik
mengiktiraf permainan halusinasi
yang tak pun pernah menjelma nyata . . .  
kesiannya bangsaku
mahu tertipu   
rela terpedaya
hingga bergelumang
dalam kancah
sengketa dan perseteruan
megah terus-terusan
menuduh dan memperlekeh
jentera pemerintahan
konon zalim dan tidak bersih!”


 “apa gerangan merasuk fikiran
hingga hilang kerasionalan
bangsaku . . .
tidak lagi mapan serangan
dakyah yang dilemparkan  
percaya apa sahaja
dari sekecil-kecil laungan
hingga sebesar-besar lolongan!”


“dulu bangsaku berbudi bahasa
pandai menghargai jasa
hari ini bangsaku
biadab melulu
berterima kasih tak lagi perlu!”


“janganlah gara-gara
kedangkalan pengetahuan sejarah
kesempitan fahaman siasah
tergadai mudah
kemurnian maruah
bangsa, negara dan agama!”

“Janganlah
hari ini
bangsaku berteriak beramai-ramai
esok lusa longlai . . .
menang sorak kampung tergadai !”




Bamuda
dsuarang. blogspot.com
8 Mei 2013




Ya Allah Ya Tuhan seru sekalian alam . . . bukakanlah hati bangsaku yang masih 'buta' untuk segera insaf dan mengetahui apa yang benar-benar baik untuk bangsa dan agamanya . . . Amin.