Monday, January 9, 2012

Dari Sabang Ke Segambut




Assalamualaikum dan Selamat Sejahtera


Ke Rumah Atuk



Sehari sebelum ke Kuala Gandah, Pahang iaitu pada hari Selasa 27 September 2011 aku dan Alimah telah membawa Drs Hj Suradji Junus (Raji) dan Pn Hjh Erwani Mutia (Meni) ke Taman Sri Segambut, Kuala Lumpur. Mereka ingin ke rumah Atuk . . . Tuan Hj Lokman bin Mohd Shariff dan Nenek . . . Pn Hjh Maryam bt Yaakob.


Foto kiri dari kiri : Hj A Razak H. Fatani, Raji, Penulis, Hj Lokman : Foto kanan membelakangkan kamera: A Razak; Dari kiri: Raji, Penulis, Hj Lokman, Alimah, Meni, Hjh Maryam, Hjh Zaleha dan Hj Mohd Nadzar


Foto kiri dari kiri: Raji, Penulis, Hj Lokman Foto kanan dari kiri: Meni dan Hjh Maryam


Hj Lokman ialah adik kepada Allahyarhamah Pn Halimatus Sa'adiah bt Mohd Shariff (nenek Meni). Hj Lokman (Pak Anjang) juga bapa saudara kepada Penulis (nasab bapa). Bapa Penulis . . . Allahyarham Baharom bin Mohd Shariff ialah abang kepada Hj Lokman. Maka dengan demikian Meni itu anak saudara Penulis . . . dan secara automatis suaminya Raji berpangkat anak saudara juga kepada Penulis. Begitu penerangan ringkas tentang pertalian kekeluargaan ini.



Foto kiri: A Razak dan Raji Foto kanan: Raji dan Penulis


Foto kiri: Penulis dan Hj Lokman Foto kanan dari kiri: A Razak, Raji, Penulis dan Hj Lokman


Pertemuan di rumah Atuk Hj Lokman ini ialah kali pertama buat Raji. Meni pula sudah beberapa kali ke rumah Atuknya ini. Walaupun keluarga yang berjauhan ini berkumpul buat seketika sahaja namun banyak hal pertalian keluarga dan cerita kekeluargaan dapat didengari atau diperjelaskan oleh semua pihak yang berkumpul. Kisah-kisah lucu (lelucon) pasti ada diselitkan sebagai selingan apabila ahli-ahli keluarga berkumpul begini.



Di ruang tamu rumah Hj Lokman . . . Taman Sri Segambut. Dari kiri: A Razak, Raji, Penulis, Hj Lokman, Alimah, Meni, Hjh Maryam, Hjh Zaleha dan Hj Mohd Nadzar


Dari kiri:
Hj Mohd Nadzar, A Razak, Raji, Penulis dan Hj Lokman


Tuan Hj Mohd Nadzar bin Mohd Shariff (Atuk Nadzar) . . . abang kepada Hj Lokman . . . dan isteri beliau . . . Pn Hjh Zaleha (Nenek) . . . dari Petaling jaya juga hadir dalam pertemuan keluarga pada hari itu. Hj Mohd Nadzar juga bapa saudara kepada Penulis.



Foto kiri dari kiri: Meni, Hjh Maryam, Su dan Hjh Zaleha Foto kanan duduk hadapan: Su, Meni, Hjh Maryam. Belakang: Alimah dan Hjh Zaleha


Aksi 3 Generasi
Duduk hadapan: Meni dan Hjh Maryam
Duduk belakang: Alimah dan Hjh Zaleha




Pertemuan sekeluarga pada hari kunjungan Raji dan Meni ke Taman Sri Segambut itu menjadi umpama jambatan yang mampu menghubungkan dua daerah yang berjauhan . . . dan sesungguhnya . . . merapatkan pertalian kekeluargaan di antara ahli-ahli keluarga di Seberang dengan yang di Malaysia.

Mudah-mudahan hubungan yang mesra ini berkekalan hingga sampai ke akhir masa. Amin.













dsuarang.blogspot.com
[Belated Publication]

Sunday, January 8, 2012

Sepetang Di Kuala Gandah




Assalamualaikum dan Selamat Sejahtera


Gajah Haiwan Gagah



Hari Rabu 28 September 2011 . . . aku dan isteriku Alimah serta pasangan suami isteri keponakanku Drs Hj Suradji Junus (Raji) dan Pn Hjh Erwani Mutia (Meni*) dari Sabang, Aceh berkunjung ke Kuala Gandah dekat Temerloh, Pahang.

[*Meni anak sepupuku Allahyarhamah Tjut Husna]





Pusat Konservasi Gajah Kebangsaan ini belum begitu lama diselenggarakan tetapi telah menampakkan banyak kemajuan dan kesan yang positif dari segi penjagaan kebajikan gajah liar di negara ini.


Di Pintu Masuk
Dari kiri: Raji, Meni, Alimah, penulis


Foto kiri: Meni dan Alimah Foto kanan: Raji, Meni, Alimah


Kawasan sekitar yang tenang dan dikelilingi hutan hijau yang redup lagi nyaman udaranya amat sesuai dikunjungi para pengunjung. Ketika aku ke sana . . . selain daripada pengunjung tempatan . . . aku dapati ada ramai pengujung dari negara luar juga.

Mereka amat senang melihat gajah-gajah liar yang kini dapat dijinakkan dengan agak teratur dan sempurna oleh para pekerja dan penyelia juga pakar konservasi yang berkebolehan. Contoh-contoh kerja konservasi yang dilakukan terhadap gajah-gajah liar itu termasuklah menjaga kesihatan, makan minum dan kesesuaian habitat haiwan tersebut.



Berihat Sambil Menunggu Makanan
Dari kiri:
Penulis,Raji, Meni, Alimah


Masih mampu tersenyum . . . walaupun berasa agak lapar tengah hari itu. Sabar menunggu makanan . . . Foto kiri: Raji, Meni dan Alimah. Foto kanan: Penulis, Raji, Meni dan Alimah


Ha . . . makanan dah tiba . . . Tapi yang berdiri tu bukan waiter. Itu specialist konservasi gajah terkenal dengan panggilan 'Pak Ngah' di situ. Foto: Dari kiri - Penulis, Pak Ngah, Raji, Meni dan Alimah.



Bersembang di meja makan Dari kiri: Penulis, Pak Ngah, Raji, Meni dan Alimah


Bergerak lagi selepas makan. Melihat-lihat di gerai souvenir sebelum maju ke kawasan gajah mandi dan membuat pertunjukan bagi 'menghibur' para pengunjung.


Duduk Sebentar Untuk Bergambar
Dari kiri: Penulis, Raji, Meni dan Alimah


Melepaskan lelah . . . Foto kiri: Penulis dan Raji Foto kanan: Feeding time







Selepas menyaksikan show gajah . . . Foto kiri : - Pak Ngah, Penulis dan Alimah. Foto kanan: - Pak Ngah, Raji, Penulis, Alimah dan Meni.


Dari kiri: Pak Ngah, Raji, Penulis, Alimah dan Meni


Penulis dan Raji
Bergambar di hadapan gajah buatan


Soal papan tanda atau arahan . . . sempat juga kami bincangkan . . . he, he, he


"Baik aje kita boleh masuk pakai
kepala, badan dan segala punya kita Pak Uda",
gurau Suradji



[Hingga kita berkumpul lagi. Salam mesra daripada Pak Uda dan Mak Uda untuk Raji dan Meni.]







 


dsuarang.blogspot.com
[Belated publication]

Saturday, January 7, 2012

We Talked To Strangers





Strangers No More



Makkah, Muzdalifah, Arafah, Mina and Madinah . . .
We came, we saw . . . and were struck with awe!


Strangers we were at the onset

letting nothing and expecting none to let.


Each and everyone of us

displaying our very own air of indifference . . . distinctive

to boot, discriminating culture and differing belief.

A lifestyle filled with much individuality

developing a flair for arrogant familiarity
.
A so-called behavioral manner

trendily termed as
some kind of non-intervention

in other people concern!


Without much concern to the norms
of commonly accepted sensibility;

Without much ado for collective liability

or respect for social responsibility;

Most fearfully . . .

without having any sense of humility

even when faced with the probability

of inviting much wrath

of the Almighty!


Nonetheless
with the passing of time
with the dawning of many-a-day
and forms of learning in many-a-way
inculcating valuable values
instilling honourable virtues . . .
we were destined
to be transformed
into matured earthlings
hopeful of becoming better beings.

No longer
putting interest of self above others
no longer behaving like suspicious strangers . . .
hence open to goodness
to the calm and charm
of this holy land
universally renowned as
the Haram!

 
Everything and everyone
seekers of the holy Haj
were blended into a bond of brotherhood . . .
via common religious solace
falling into place
fitting into space.


And, by the will of God
Allah the Almighty
we should by now be adept to sincerity
well adjusted to the tremors of insanity
as we now truly saw and experienced
what the truth is in reality!


And by the grace of God
strangers at the onset
have now visibly been transformed . . .
to become siblings
in a closely knit fraternity.


Our stay here
will soon be over.
But . . . no matter how slim our hope be . . .
let's pray that
the way of life we have since shared
shall prevail and be practised
throughout our existence
in whichever community or clan
in whatever country or land.

Later
In retrospective to this day
(the excitement would have simmer down by then)
it would then be the acid test
to gauge whether
whatever we have gathered here
would have truly served
as the turning point
to a new lease of life
our very own . . .
for life!


And on the spur of a moment . . .

We will have to depart
regardless of
having sporadically achieved or otherwise
what we came for
what we sought after.
Still in one very special corner
of our heart
and in our very own special manner . . .
we will want it not
to be strangers again,
no never all over again!


For then
all will be lost with nothing gain.
And, with nothing gain
all our feelings
will be tattered and torn
and all our efforts forlorn!
The practice we carried out
the principle we adhered to
and the vows we pledged
will be waywardly placed
bingo
in a limbo .

And, presto
that would surely be
plain destruction
to a meaningful construction:
the Haj congregation.
Our intention refracted,
our attention distracted . . .
Our act listless,
our target fruitless . . .
Nauzubillah!

Makkah, Muzdalifah, Arafah, Mina and Madinah . . .
After coming, after seeing and after leaving
we are still very awe stricken
just like at the very beginning!



amb
Oct-Dec 2011



dsuarang.blogspot.com

Friday, January 6, 2012

Baitullah oh Rumah Allah




Assalamualaikum dan Selamat Sejahtera





Suatu Hakikat


Selama ini
aku cuma mampu meninjau dari jauh
melihat di dada akhbar dan majalah
membelek halaman buku dan risalah.

Selama ini

aku hanya sempat menonton di kaca televisyen
menatap paparan ilustrasi
gambar mu nan indah
Kaabah oh Rumah Allah
syahdu, menyerlah
megah dan gah!

Hari ini
aku berada di sisi mu
Kaabah oh Rumah Allah
Alhamdulillah
dapat ku lihat
ramainya umat dunia
datang untuk beribadat
bermacam ragam berbagai gaya
berbagai usaha bermacam cara.

Selama ini
dari kejauhan
kulihat ramainya insan
hamba Tuhan
berpusu-pusu melimpah ruah
bertawaf keliling
Kaabah oh Rumah Allah . . .


Bergerak senadi dan senada
berdoa bukan saja-saja
bukan suka-suka
berharap dapat menghapus dosa
menampung yang serba tak ada
membetulkan yang serba tak kena
menampal segenap yang berongga
menutup setiap ruang dosa!

Hari ini
Alhamdulillah
Kaabah oh Rumah Allah
kau kulihat
berterusan menerima kunjungan
jutaan bilangan hamba Tuhan
dari Kutub Utara membawa ke Kutub Selatan
di sepanjang daerah khatulistiwa
meliputi hemisfera Utara mahupun Selatan
juga Timur ataupun Barat
benua yang terjauh mahupun yang terdekat.

Kini
kau dapat kulihat dari dekat
dengan pandangan yang tepat
penglihatan yang menyerlahkan
sesuatu yang hakikat
Kaabah oh Rumah Allah . . .
Aku sangat terharu
segala tentangmu syahdu
segala tentangmu mulia belaka
segala tentangmu serba sempurna.

Kaabah oh Rumah Allah
Kau terbukti hebat . . .
penanda aras ke jalan berkat!



amb
Jumaat 3o Disember 2011




dsuarang.blogspot.com

Thursday, January 5, 2012

Dedication To Atuk & Opah




Assalamualaikum dan Selamat Sejahtera


[Thanks  AziMrRb for this prayer rendered 2 days before Atuk's & Opah's departure to the Holy Land  in our quest to fulfill the 5th Commandment of Islam. Atuk is only reproducing this piece of your beautiful and meaningful writing a month after Atuk's & Opah's return . . . with everything fulfilled . . . and with a big 'ALHAMDULILLAH' . . . to the Almighty . . . for allowing Atuk and Opah to do so . . . with much ease.]


FRIDAY, OCTOBER 21, 2011


-THIS PIECE OF WORK IS DEDICATED TO MY “ATOK & OPAH”- 

When I look into the mirror I see my father’s face
He sings a song for Him all day long
I hear the river flow, I remember who I am
My mother’s eyes are with me when the sun goes down

I had dream of them holding hands together under the heat of the Sun
Oh my Lord, in the name of Allah, Most gracious, Most merciful
He who gives life to the dead, and it is He who has power over all things
Please let them have a taste of your Heavens

Ya Rabbi Bil Mustafa
May you give them your strength
To perform Tawaaf and to do a circle of success
To walk between Safa and Marwah
To stay in Arafah and then leave to Mudzalifah
To be in Mina to throw seven pebbles
When they are in Mecca Al-Mukarramah

The journey has just begun
For your humble guests
To the Holy Land
With full of hope and with courage
In a quest for your forgiveness

Praise to you, who created heavens and the earth
And made the darkness and the light
When he decrees a thing, He says to it only “Be!” and it is.”
Please answer all their prayers
As long as they acknowledge and admit
“There is no God but Allah, and Muhammad is the messenger of Allah”.


By: AziMrRb